Blogger Widgets YESTERDAY

Search This Blog

Monday, 1 September 2014

kesehatan jantung



Jantung merupakan organ yang sangat vital pada tubuh manusia. Jantung selalu berdetak selama manusia masih hidup dan akan berhenti setelah manusia meninggal dunia. Ketika jantung tidak bisa lagi berfungsi secara normal akan mengakibatkan penyakit yang sangat parah dan aktivitas tidak bisa berjalan seperti biasanya. Berikut ini artikel kesehatan jantung dan mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.

 Apakah Jantung Itu?
Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

 Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.
Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.


Kesehatan Jantung Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

 Gejala Penyakit Jantung
Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.

Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat pekerjaan.

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.

Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

 Mengatasi Penyakit Jantung
Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.

Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.


Friday, 29 August 2014

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Banyak orang yang ingin selalu merasa bahagia, tetapi kadang mencari kebahagiaan itu sulit bagi sebagian orang. Memang betul. Kebahagiaan tidak mudah didapat dengan sekejap mata. Ada sebagian orang yang menganggap kekayaan sebagai kebahagiaan, ada yang menganggap cinta sebagai kebahagiaan, ada yang menganggap keluarga sebagai kebahagiaan, dan juga ada yang menganggap prestasi sebagai sebuah kebahagiaan.
Bahagia itu sebenarnya sederhana. Mensyukuri hidup yang kita miliki saja sudah bisa membuat kita bahagia. Jangan selalu berpikiran untuk sama dan terus menyaingi orang lain agar bisa menjadi yang tertinggi diatas mereka dalam hal yang negatif. Misalnya dalam kepemilikan gadget. Banyak orang yang terus berlomba dan bersaing tentang gadget terbaru. Orang tersebut tidak merasa bahagia dengangadget yang dimiliki nya sekarang karena masih ada orang yang memiliki barang yang lebih canggih darinya.
Jika terus memiliki pola pikir seperti ini, hal itu tidak akan ada habisnya. Barang yang diperlukan seperti gadget ,cepat sekali pertumbuhannya, tiap bulan bahkan tiap minggu,akan muncul barang baru yang lebih canggih. Akibat dari terus mengikuti perkembangan ini,seseorang tidak akan pernah bisa puas akan apa yang telah dimilikinya. Coba jika kita melihat sedikit lebih ke bawah. Banyak orang-orang pinggiran yang ‘boro-boro’ bisa memiliki gadget seperti yang kita miliki.
Menyambung hidup saja bagi mereka susah. Mencari sesuap nasi dan biaya sekolah untuk anak-anak mereka saja susahnya bukan main. Mana bisa mereka berpikir untuk memiliki sebuah gadget bahkan yang sederhana sekalipun? Tetapi raut kebahagiaan tampak terpancar di wajah mereka,karena mereka masih bisa berkumpul dengan keluarga, dan tidak terpecahkan hanya karena kemajuan zaman.
Bahagia bisa diraih dengan menghargai kehidupan orang lain,bahkan dalam skala kecil seperti keluarga. Apabila kita menghargai orang lain, maka orang lain akan sebaliknya. Mulailah berusaha membahagiakan hati orang tua kita,karena perasaan kita juga akan bahagia bila melihat orang tua kita bahagia. Apabila kita melihat orang yang kita sayangi tersenyum dan bahagia, perasaan kita juga akan bahagia tentunya.
Kita masih bisa sekolah, kita harusnya bahagia, masih banyak orang-orang yang bertarung ditengah kerasnya hidup hanya untuk bersekolah. Kita masih bisa makan yang pantas juga kita harus bahagia. Karena masih banyak orang yang kadang makan kadang tidak bisa makan karena tidak mempunyai biaya. Bagilah kebahagiaan kita dengan orang lain,dalam hal kecil saja. Kebahagiaan orang lain dapat membuat kita bahagia.
“Bahagia itu sederhana,dalam sebuah senyuman terdapat kebahagiaan”

Thursday, 28 August 2014

Apa itu Motivasi?

You miss 100% of the shots you don’t take. –Wayne Gretzky
Anda tidak mendapatkan satu hal pun jika Anda tidak bertindak. Motivasi adalah dorongan dalam diri kita yang membuat kita bertindak. Motivasi adalah sebuah proses yang membuat kita memulai, dan motivasi membimbing kita untuk melakukan hal yang sesuai dengan tujuan tertentu, dan mempertahankannya sampai tujuan itu tercapai. Seandainya Anda ingin membaca artikel ini, kemungkinan ada satu atau beberapa aspek dalam kehidupan Anda yang Anda merasa kurang motivasi atau kurang bertindak atau banyak menunda.
Jika kita melihat definisi motivasi di atas, maka satu hal yang kita butuhkan adalah kejelasan. Jelas dengan apa yang kita inginkan dan jelas bahwa diri kita layak untuk mendapatkannya, jelas dalam diri bahwa kita bisa melakukan sesuatu, merasa mampu untuk mencapainya.
Apa yang menghambat seseorang sehingga tidak ada motivasi dalam dirinya?
Pertama tentu kita perlu melihat kembali masa kecil kita. Siapa yang masa kecilnya, sama sekali tidak termotivasi. Pernah lihat balita malas-malasan? Kecuali dia sakit atau ada kejadian traumatis yang meng-imprint sebuah program yang membuatnya demikian. Nah, bagaimana jika si Balita ini menginginkan sesuatu? Perhatikan, balita ini menginginkan sesuatu. Berarti dia memiliki tujuan. Bagaimana sikapnya?
Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkanya, betul? Jika dia sudah bisa berbicara, dia bisa jadi seorang salesman yang sangat luar biasa, saya pikir Jordan Belfort pun bisa kalah sama anak kecil ini. Balita yang sudah bisa bicara akan menggunakan segala akalnya untuk selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan dia sangat memahami bahwa, seandainya orangtuanya berkata tidak, itu bukan berarti selamanya tidak. Ia akan mencoba dengan cara lain, di lain waktu, dan itu biasanya tidak sampai lima menit sudah mencoba kembali.
Kebayang situasi itu? Itulah motivasi. Dan kabar baiknya, Anda semuanya, Saya, setiap orang, juga demikian saat kita masih kecil dulu. Lalu mengapa sekarang hilang? Ini karena satu emosi yang mendorong kita termotivasi seperti itu sudah lenyap, atau paling tidak kecil. Apa itu? Rasa ingin tahu. Mengapa rasa ingin tahu? Karena rasa ingin tahu akan membuat semua orang melakukan sesuatu untuk mengalaminya, mendapatkannya, dan menjawab rasa ingin tahunya.
Mengapa hilang? Banyak hal yang menyebabkannya, tapi kalau bisa disimpulkan, maka itu adalah pemrograman yang salah. Misalnya saat kita bisa bicara, kita selalu bertanya, kenapa ini? Kenapa itu? dan orangtua kita yang kelelahan mengatakan, “Bisa diam ga sih, mama lagi capek nih.” Itu salah satunya. Salah duanya adalah saat kita di sekolah, sekolah adalah satu tempat yang membuat kita takut salah. Karena kalau salah, dihukum, diejek sama teman, dapat nilai jelek. Jadi salah adalah biang keroknya, supaya ga salah, ya gampang, tidak melakukan apa-apa.
Baik, jika sudah terjadi dalam diri Anda, maafkanlah orangtua Anda, maafkan diri Anda, maafkan semua orang yang membuat Anda tidak termotivasi, tidak berani melakukan sesuatu walaupun api rasa ingin tahu Anda begitu besar dalam diri Anda. Ambil tanggung jawab. Ini adalah kehidupan Anda. Bukan berarti Anda salah, tapi Anda bertanggungjawab. Tidak ada orang lain di dunia ini yang bertanggungjawab atas kehidupan Anda kecuali diri Anda sendiri.
Sudah siap mengambil tanggungjawab 100%? Ya? Great! Sekarang kita membahas lebih dalam lagi.

Dua Bentuk Motivasi

Ada dua tipe orang kalau kita lihat dari cara ia termotivasi. Yang pertama adalah ia termotivasi kalau ingin mencapai sesuatu. Kita menyebut orang ini memiliki motivasi mendekati, atau moving toward. Contohnya, orang termotivasi untuk mendapatkan sesuatu, mendapatkan pacar misalnya, ia akan memikirkan apa yang bisa ia lakukan bersama pacarnya – nonton, makan bareng misalnya, jangan mikir yang bukan-bukan – kebahagiaan apa yang bisa ia dapatkan kalau dia punya pacar.
Yang kedua adalah orang yang termotivasi jika akan kehilangan sesuatu atau akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ini kita sebut sebagai orang yang menjauhi, atau moving away. Ia sangat termotivasi jika sesuatu yang negatif akan terjadi. Misalnya untuk mendapatkan pacar, ia berpikir, usia, kalau usia begini masih belum pacaran malulah, apa kata dunia?
Anda termasuk yang mana? Hehe, tapi yang terpenting adalah tidak mengkotak-kotakkan. Dua hal ini ada dalam diri kita, jika kita bisa memanfaatkan kedua dorongan ini dengan baik, tidak ada yang bisa menghentikan kita. Karena pikiran kita selalu bekerja dengan prinsip mencari nikmat menghindari sengsara.
Mencari nikmat artinya kita menjalankan motivasi mendekati. Menghindari sengsara artinya kita menjauhi sesuatu. Secara alamiah, manusia akan lebih terdorong dari menghindari sengsara, salah satu penyebabnya adalah karena ia tidak mau kehilangan apa yang telah ia miliki.
Gunakan dalam porsi yang tepat untuk membangun motivasi Anda. Jika Anda lebih “Mendekati”, berilah porsi yang lebih besar pada alasan mengapa Anda perlu mencapai tujuan itu, apa kenikmatan dan manfaat yang bisa Anda dapatkan. Sebaliknya, Jika Anda lebih cenderung “Menjauhi”, gunakan alasan lebih banyak yang menjauhi, apa yang bisa diselamatkan, atau bisa tidak terjadi jika Anda mencapai tujuan itu.

Membangun Kejelasan dan Goal

Clarity affords focus. – Thomas Leonard
Dalam sebuah situasi kelas, seorang guru tiba-tiba meminta Badu untuk maju, tanpa alasan yang jelas. Tidak tahu guru ini maunya apa, untuk apa, dan mengapa. Bagaimana sikap Badu saat ia “terpaksa” maju? (Karena tidak ada pilihan baginya untuk tidak maju.) Apakah ia termotivasi? Atau bingung dan agak malas?
Tentu kita sepakat yang kedua, bingung dan malas. Mengapa? Karena dia tidak jelas apa yang akan terjadi, apa yang harus ia lakukan, dan untuk apa.
Jika gurunya mengatakan, “Badu, Ibu mau kamu menunjukkan kepada teman-teman kamu bagaimana kamu menyelesaikan soal yang rumit itu.” Berarti di sini sudah ada kejelasan. Bagaimana sikap Badu? Tentu ia bersemangat, ia tahu apa yang harus ia lakukan. Walaupun mungkin dia malu-malu, tapi dia mau banget. Bangga bukan?
Dalam kehidupan Anda, apakah ada orang lain yang bisa memberikan Anda kejelasan? Ada. Jika Anda mengandalkan orang ini, maka Anda akan selalu tergantung pada orang luar. Bukan diri Anda sendiri. Anda akan terbiasa untuk didorong dari luar. Bukan dari dalam. Apa yang terjadi? Anda akan hidup untuk orang yang memiliki impian dan motivasi, bekerja untuk mewujudkan impian orang lain, bukan impian Anda sendiri. Atau jika Anda kehilangan orang itu, Anda juga akan kehilangan motvasi Anda.
Bangun kejelasan dalam diri Anda sendiri. Apakah Anda memiliki impian untuk menjadi orang hebat, karyawan hebat, pengusaha hebat, atau apapun juga. Yang penting Anda memiliki kejelasan apa yang ingin Anda lakukan, apa yang akan Anda capai, nilai apa yang Anda dapatkan, kontribusi apa yang Anda berikan, pertumbuhan dalam diri seperti apa yang harus terjadi.
Begitu Anda jelas, mudah sekali bagi Anda untuk bergerak. Jangan menunda membangun kejelasan dalam diri Anda.

Pola Pikir Bertumbuh atau Pola Pikir Mati

I think anything is possible if you have the mindset and the will and desire to do it and put the time in. – Roger Clemens
Dalam buku yang berjudul Mindset, Carol S. Dweck menjelaskan bahwa manusia menjalankan kehidupannya dengan salah satu dari dua pola pikir ini. Apakah dia merasa bahwa kehidupannya sudah takdir, ia tidak bisa, ia tidak berbakat, ia tidak percaya diri, ia hanya bisa begitu dan tidak bisa seperti orang lain, yang mana ini disebut dengan pola pikir mati. Ia merasa segala hal di dunia ini harga mati. Jika sudah A ya akan A selamanya.
Sedangkan orang yang menjalankan kehidupannya dengan pola pikir bertumbuh adalah ia merasa apapun di dunia ini bisa asal ia tahu caranya, ia bisa mengembangkan dirinya untuk bisa mencapai apa yang ia inginkan. Asal ada niat, maka apapun bisa dipelajari, apapun bisa dicapai.
Anda termasuk yang mana? Jika Anda adalah orang yang berpikir segala hal sudah harga mati, segeralah kembali ke jalan yang benar :P

Motivasi Terbesar dalam Diri Manusia

Only those who have learned the power of sincere and selfless contribution experience life’s deepest joy: true fulfillment. – Tony Robbins
Anthony Robbins, salah seorang Trainer motivasi terbaik di dunia, mungkin yang terbaik, mengatakan bahwa manusia yang sukses selalu terdorong dari dua motivasi ini, pertumbuhan dan kontribusi.
Apa yang bisa membuatnya maju, lebih baik, lebih bijak, lebih pintar, lebih matang, dan kontribusi apa yang bisa ia berikan untuk masyarakat dan dunia ini. Dorongan ini jauh lebih kuat dari apapun di dunia ini. Inilah yang bisa membuat irang melakukan sesuatu tanpa kenal lelah.
Apa yang mendorong Anda dari dalam? Apa kontribusi yang ingin Anda berikan untuk keluarga, masyarakat, atau Indonesia bahkan dunia? Anda bisa membuat perbedaan. Anda memiliki hal yang luar biasa dalam diri Anda. Potensi ini sedang menunggu Anda untuk memanggilnya.
Salah satu hal yang pelajari dari proses saya menjadi seorang pengusaha adalah jangan jadikan pengusaha sebagai tujuan Anda. Karena Anda hanya akan mencari sebuah bisnis dan mendirikan atau menjalankannya, dan tujuan Anda tercapai, lalu Anda akan bingung, ke mana bisnis itu akan Anda bawa, bagaimana menjalankan dan membangunnya semakin baik. Mengapa? Karena tujuan Anda sudah tercapai, pikiran Anda tidak jelas lagi Anda mau bagaimana.
Apa yang perlu Anda lakukan adalah milikilah dorongan untuk melakukan sebuah kontribusi yang bermakna bagi Anda dan masyarakat, dan biarkan kontribusi itu membimbing Anda menjadi pengusaha agar apa yang ingin Anda kontribusikan bisa tercapai. Misalnya saya ingin membangun kebiasaan membaca di Indonesia, akhirnya muncullah ide yang membuat saya membuat tantangan 30 Hari Membaca, yang tidak hanya membangun kebiasaan membaca, tapi juga menggerakkan perekonomian, karena setiap anggota bisa merekomendasikan dan mendapatkan penghasilan dari program ini.
Dorongan saya untuk bisa membuat semua orang yang ingin maju dan belajar dari yang terbaik di mana saja, kapan saja dengan biaya yan terjangkau membuat saya membangun tim untuk bisa mewujudkan program Aquarius Learning.
Banyak orang menyalah artikan Mean value dan End value, inilah yang membuat orang menjalani kehidupannya, sampai satu titik, kok cuma begini ya…

End Value dan Mean Value

Apa itu Mean value? Mean value adalah apa yang perlu kita miliki, jadi, kembangankan untuk mencapai end value kita. Ini adalah cara kita mencapai apa yang benar-benar kita inginkan dari dalam. Misalnya, menjadi lulusan terbaik, itu adalah mean value, bukan end value. Menjadi pengusaha itu mean value, bukan end value. Untuk apa Anda jadi pengusaha atau lulusan terbaik? Agar Anda bisa berkontribusi. Agar Anda bisa membahagiakan orangtua dan bisa melakukan perbedaan dalam kehidupan keluarga, dan kehidupan orang lain yang terinspirasi oleh Anda misalnya, adalah end value.
End value adalah hasil akhir yang kita inginkan. Jika kita salah mengejar, maka kita pada akhirnya akan merasa semua yang Anda lakukan sia-sia saja. Keliru membedakan dua hal ini membuat kita tidak bahagia.
Misalnya seorang pengusaha memiliki end value untuk memiliki waktu dengan kuantitas dan kualitas yang baik bagi keluarganya. Lalu ia dalam tahap di mana bisnisnya membutuhkan banyak pikiran dan kerja fisik dan menghabiskan banyak waktu di kantor. Pengusaha ini akan terjebak dalam mean value bukan end value, jika tidak membagi waktunya dengan baik dan harmonis.

Willpower: Kunci Sukses

“Strength does not come from physical capacity. It comes from an indomitable will.” – Mahatma Gandhi
Sudah merupakan hal yang tidak bisa kita hindari bahwa lingkungan kita lebih banyak negatifnya. Banyak pencuri impian, yang mengatakan Anda tidak bisa, mengkritik Anda, membuat Anda tidak termotivasi lagi. Kecenderungan dalam diri kita juga demikian. Manusia sudah cenderung melakukan hal yang mudah dan cepat dapat hasil. Mau nyaman, langsung malas-malasan di rumah dan tidak bekerja adalah salah satunya.
Daripada melakukan hal yang benar-benar dibutuhkan agar ia bisa nyaman dengan lebih baik, menyelesaikan semua permasalahan dan mencapai tujuannya, kita lebih cenderung mencari hal yang gampang dilakukan. Sekali lagi, ini dibutuhkan kejelasan apa yang benar-benar Anda inginkan.
Tapi bagaimana menghadapi semua tantangan itu? Anda memerlukan tekad kuat. Memerlukan willpower. Dengan tekad, Anda bisa mengatasi semua hal yang menjadi tantangan Anda. Untuk membangun kebiasaan Anda. Untuk bisa mengatakan mana yang harus Anda lakukan dan mana yang tidak perlu Anda lakukan. Untuk memilih mana yang bisa membangun kehidupan Anda dan mempertahankannya sampai satu titik itu menjadi kebiasaan, dan Anda tidak memerlukan willpower ini lagi untuk menjalakan kebiasaan itu.
Willpower Anda bisa digunakan untuk membangun kebiasaan lain yang akan mengembangkan dan membuat Anda bisa memberikan kontribusi yang lebih besar.
Willpower kita dalam sehari ada batasnya. Jika kita menghadapi banyak tantangan dan pemikiran yang menguras willpower ini, di akhir hari, kita akan mudah tergoda untuk melakukan hal yang tidak semestinya kita lakukan. Willpower bisa membuat kita mengendalikan diri dengan lebih baik. Memilih apakah harus marah atau melihat sudut pandang lain lebih bijak.
Willpower yang sangat terbatas ini perlu digunakan untuk melakukan hal yang tepat di pagi hari, sehingga Anda tidak saja menggunakannya dengan efektif, tapi bahkan menambahkan willpower ini semakin banyak karena Anda merasa sukses, merasa produktif, merasa meraih kemenangan. Walaupun itu adalah kemenangan kecil.

20 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Selalu Termotivasi

  1. Catat perkembangan Anda. semakin kita mengetahui sampai di mana kita, apa perkembangan yang sudah kita hasilkan, maka semakin motivasi diri kita meningkat. Sekali lagi, kejelasan membangun motivasi. Perkembangan yang Anda catat juga merupakan perkembangan yang positif, karena Anda perlu melihat hasilnya. Bandingkan dengan tujuan akhir Anda.
  2. Tahan diri Anda. Banyak orang yang sangat termotivasi melakukan sesuatu dan langsung jor-joran melakukannya. Misalnya fitness, hari pertama fitness langsung kerja keras dan akhirnya kelelahan, besok tidak mau melakukannya lagi.Ini adalah pendekatan yang salah. Mulailah langkah demi langkah, buat jadi kebiasaan. Berhentilah saat Anda merasakan kenikmatan. Karena itu akan membuat Anda kembali dan kembali lagi.
  3. Berkumpulah dengan orang yang membangun motivasi Anda. Baik online maupun offline, berkumpulah dengan mereka agar Anda bisa belajar dan melihat perkembangan mereka.
  4. Letakkan gambar yang mewakili impian Anda di tempat-tempat yang bisa Anda lihat dengan mudah. Di meja kerja Anda, di kulkas, di mobil Anda. Apa yang Anda fokuskan akan menarik perhatian Anda untuk mencari cara melakukan hal yang tepat untuk mencapainya.
  5. Carilah partner kerja atau seseorang yang juga sedang termotivasi mengejar sesuatu. Jadikan partner ini pemanas satu sama lain. Ia akan membantu Anda membangun motivasi diri Anda.
  6. Mulailah. Anda tidak perlu bisa melihat semua perjalanan sampai tujuan untuk mulai melangkah. Bayangkan seperti mobil di malam hari. Sama seperti lampu mobil saat berjalan di malam hari, mungkin Anda hanya bisa melihat jarak 10 meter ke depan, majulah, mulailah, dan Anda akan melihat 10 meter yang lebih jauh. Anda akan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.Anda tidak perlu melihat keseluruhan tangga untuk mulai ambil langkah pertama Anda. Diam saja sambil menunggu melihat semua proses akan membuat Anda suatu hari mengatakan, sayang ya, orang lain sudah duluan. Mungkin Anda duluan menyadari hal itu, tapi Anda menunggu, dia tidak.
  7. Jadikan kegiatan itu menyenangkan. Berikan makna dalam kegiatan Anda. Salah satu hal yang membuat kita menunda dan tidak memiliki motivasi untuk menjalankannya adalah kita merasa kegiatan itu sulit dan membosankan. Berikan makna dan kesenangan di dalamnya.
  8. Bersabar. Segala hal membutuhkan waktu untuk terwujud. Jika Anda memaksakan diri Anda hanya membuang energi dan membuat prosesnya jelek, dan hasilnya tidak sesuai keinginan Anda. Bayangkan jika Anda tidak sabar dan membelah kepompong sebelum masanya tiba, Anda tidak akan melihat kupu-kupu yang indah.
  9. Pecahkan menjadi langkah kecil. Tujuan kita mungkin sangat besar dan berpikir untuk langsung mencapainya bisa jadi menjatuhkan mental dan motivasi, jadikan langkah-langkah kecil sehingga Anda bisa membuat kemajuan. Perasaan membuat kemajuan jauh lebih bermakna dari pada merasa tidak ada kemajuan karena patokan gol nya terlalu jauh dan terlalu besar.
  10. Berikan Anda penghargaan, sesering mungkin. Seperti misalnya, Anda menyelesaikan satu gol kecil. Berikan Anda pujian atau sesuatu yang tentu harus sebanding dengan apa yang sudah Anda lakukan. Jangan baru lari satu kilo penghargaannya jalan-jalan ke Bali seminggu. Ga masuklah. hahaha
  11. Carilah Inspirasi. Memang inspirasi terbaik adalah dari dalam diri. Namun, kita juga memerlukan dari luar. Bukan sebagai sumber utama, namun sebagai penambah yang bisa memanasi mental dan motivasi kita, dan merasa jika orang itu bisa Anda juga bisa.
  12. Belajar dan terus bertumbuh. John C. Maxwell mengatakan alasan mengapa ada jeda waktu antara Anda sekarang dengan tujuan Anda adalah karena Anda harus bertumbuh untuk bisa menerima dan mewujudkan goal itu dalam diri Anda. Ambil kelas. Sewa seorang pelatih. Baca buku yang banyak. Karena ketika kita tahu dan paham, tindakan kita akan semakin baik dan efektif.
  13. Memiliki alasan yang kuat. Tuliskan dan pastikan ini adalah end value, bukan mean value. Anda akan lebih termotivasi jika Anda mengetahui end value Anda. Dan pastikan Anda selalu bisa melihat dan mengingatnya.
  14. Sadari dorongan yang membuat Anda ingin berhenti, dan bersiaplah menghadapinya. Ini dorongan alamiah. Bersiaplah, jika tidak, Anda mungkin kalah dan berhenti melakukan apa yang menjadi motivasi awal Anda.
  15. Buat aturan untuk tidak pernah melompati 2 hari tanpa melakukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai goal Anda, untuk membangun kebiasaan. Karena akan membutuhkan willpower yang lebih besar untuk memulai kembali. Bangun momentum, dan semuanya akan semakin mudah.
  16. Bayangkan goal Anda. Masukkan semua perasaan Anda dalam visualisasi Anda. Perasaan adalah katalis yang bisa membakar motivasi. Lakukan setiap hari, 5 sampai 10 menit sehari, baik mean value maupun end value.
  17. Catatlah semua perkembangan Anda, sudah sampai sejauh apa,  pembelajaran apa yang Anda dapatkan, kesalahan apa yang telah Anda lakukan, apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkannya.
  18. Berkompetisi dengan positif dalam lingkungan kerja Anda. Anda bisa juga melakukannya dengan partner Anda.
  19. Buatlah komitmen publik. Katakan pada orang lain apa yang ingin Anda lakukan. Motivasi tidak akan pernah bertahan lama tanpa komitmen. Dan komitmen publik adalah yang terkuat, karena Anda tidak mau malu tidak bisa melakukannya.
  20. Selalu melihat hal yang baik. Bukan berarti secara buta berpikir positif, tapi selalu mempertahankan pikiran dan tubuh yang positif, Anda memerlukannya untuk menghadapi semua tantangan yang menguji, apakah Anda layak mencapai impian Anda.
Itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui, buat, jalankan agar motivasi diri Anda selalu pada level atas. Apakah pandangan Anda, dan tambahan apa yang diperlukan untuk meningkatkan motivasi diri? Sampaikan di komentar di bawah ini. Sukses selalu dan selamat termotivasi dengan diri Anda.

Saturday, 16 August 2014

kangen KAMU



Ku terima suratmu Telah ku baca dan aku mengertiBetapa merindunya dirimu aKan hadirnya dirikuDidalam hari-harimu Bersama lagi
Kau tanyakan padaku Kapan aku akan kembali lagiKatamu kau tak kuasa Melawan gejolak didalam dadaYang membara menahan rasa Pertemuan kita nantiSaat bersama dirimu

Semua kata rindumuSemakin membuatku `tak berdayaMenahan rasa ingin jumpaPercayalah padaku akupun rindu kamuKu akan pulang Melepas semua kerinduanYang terpendam.....
Kau tuliskan padaku Kata cintaYang manis dalam suratmuKau katakan padaku Saat iniKuingin hangat pelukmuDan belai lembut kasihmuTakkan kulupa slamanyaSaat kau ada di sisiku

Jangan katakan cintaMenambah beban rasaSudah simpan saja sedihmu ituKu akan datang.....

Tuesday, 22 July 2014

Nilai-nilai Dalam Persahabatan Adalah Cerminan Jati Diri

Jalinan persahabatan itu bagaikan sebuah buku. Hanya dibutuhkan beberapa detik atau menit saja untuk membakarnya, namun diperlukan waktu sampai dalam hitungan tahun untuk menulisnya.

Keindahan dan kecantikan kupu-kupu terletak pada warna dan corak sayapnya yang menawan. Jika kupu-kupu itu kehilangan sayapnya maka hilang juga keindahan dan kecantikannya. Begitu juga dengan jalinan persahabatan kita. Jika kita kehilangan sahabat-sahabat terbaik kita, maka hal itu juga akan memudarkan keindahan nilai-nilai dari sebuah persahabatan itu sendiri.Bukan karena kehadiran dari sahabat-sahabat yang mampu atau kurang mampu, cantik atau tampan, pintar atau bodoh, atau bahkan bersih atau lusuhnya, melainkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan yang dimiliki sahabat-sahabat kita itulah yang sebenarnya dibutuhkan, dan diharapkan selalu kehadirannya untuk membuat suasana yang nyaman dan menyenangkan, serta tentunya memberikan kesan yang sungguh indah dan berarti.
Nilai-nilai kebaikan dalam sebuah persahabatan bagaikan nafas bagi seorang insan, yang akan menjadi titik awal seseorang itu untuk bisa bertahan dari kematian. Ia seharusnya dipertahankan, agar kisah persahabatan ini semakin bermakna dengan jalinan yang indah, sehat dan bermanfaat.Namun, nilai-nilai keburukan dalam jalinan persahabatan, itu adalah sesuatu yang harus ditinggalkan dan dihindarkan. Tidak ada ruang bagi nilai-nilai keburukan dalam persahabatan untuk berada dalam hati dan perilaku kita, karena jika ia sudah nyaman hinggap dalam diri kita, maka ia bagaikan virus yang akan semakin menyebarkan keburukannya bagi diri kita juga sahabat-sahabat yang lainnya.

Saturday, 17 May 2014

FALLING IN LOVE WITH DEVIL



Namaku Stella Sabrina aku masih kuliah di Universitas Lepisi , bisa dibilang aku orang paling beruntung bisa kuliah disitu , walaupun karna beasiswa . setidaknya aku bisa membahagiakan ibuku , ya karna ayahku sudah lama meninggal karna kecelakaan , karna itu aku terus berusaha ingin sekolah ketingkat yang lebih tinggi agar kedepannya bisa bahagiain ibu aku .

Aku punya 2 orang sahabat , sinta dan winda, mereka baik dan slalu ada saat aku butuh mereka .
Hem, selama ini hidupku berjalan lancar-lancar aja dan menyenangkan , tapi semenjak tempat kuliahanku kedatangan siswa baru, hidupku berubah 360derajat . najongnya lagi tuh geng dya dipanggil “THE PRINCE” sma anak” cewe kampus ,gile najong banget yang pantes itu”THE DEVIL” abis gayanya pada kaya Devil , tengil banget sok penguasa mentang” salah satunya itu pemilik kampus
Anak pemilik kampus kami itu bernama Niko , Nikolas Syahputra Dewa , dan temen”a termasuk yuda , rangga , adit dan adam.


Falling in Love With Devil

Aku ga peduli sama mereka , satu” cowo yang aku perhatikan Cuma kapten basket di tempat kuliahku . Kedua sahabatku tau kalau aku sangat suka dengan bastian , ya bastian itu ketua basket itu.
Selain cerita dengan sahabatku, aku juga cerita dengan Buku diaryku yang selalu penuh dengan nama bastian dan buku diary itu selalu aku bawa kemana-mana .

Saat pertandingan basket aku menonton bastian , tapi tiba” bastian jatuh dilapangan dan suara dilapangan pun sunyi , tapi bodohnya aku dan tidak tau malunya , aku berdiri ditempat duduk penonton dan spontan berteriak “BASTIIANNNNN KAMU PASTI BISA , BANGUN BASTIAN BANGUNN , KAMU PASTI BISA NGALAHIN MEREKA “ .
Disitu semua penonton termasuk pemain baket pada ngeliatin aku , aku malu banget , tapi aku seneng , bastian senyum kepadaku dan bangkit memulai pertandingan lagi , finally kapten keren itu memenangkan pertandingan .

Dan dihari itu untuk pertama kalinya bastian memangilku dan menegorku dengan penuh senyuman “hai stella” . aku pun kaget, kenapa dya bisa tau namaku ? sambil terbata-taba aku jawab “i..ii..iia, ada apa ya ?”
“makasih ya “ sambil senyum manis kepadaku
“makasih untuk apa ?” deg”an
“makasih atas dukungannya tadi dan makasih karna setiap pertandingan maupun latihan kau selalu melihatku “ senyum nya manis itu membuatku semakin terpesona dengannya .
“sama-sama” sambil malu-malu

Hari itu aku sangat” senang bisa deket dengan bastian , tentunya aku cerita dengan kedua sahabatku sinta dan winda , dan tentu sama diaryku , tetapi , mana diaryku ? diaryku hilang ? , aku buru” mencarinya, sinta dan winda membantu aku mencariya dirumah tetapi gak ada , ah aku ingat ketinggalan dikelas , aku langsung berlari kekampus , ya soalnya jarak antara rumahku dan kampus tidak terlalu jauh . matilah aku kalau sampai ada yang melihatnya dan membacanya , akupun langsung mencarinya , tapi dikelas gak ada , aku makin takut karna diary ku itu penuh dengan nama bastian , oh my god .
“win , diaryku gak ketemu “ menelepon sambil jalan dan suara pengen nangis
“lagian ceroboh banget jadi orang , yaudah aku sama sinta kesana kita bantu cari”
Belum selesai obrolanku dengan winda Tiba” cowo berenti dihadapanku sambil tersenyum seperti iblis meihatku , cowo itu Niko , aku pun heran melihatnya dan akupun pergi tapi dya menghalangi .

Tiba” tuh cowo menunjukan tanganya , ternyata diaryku sma dia .
“he, balikin” aku geretak
“lucu kali ya kalo diary ini aku sebar keseluruh kampus” senyuman iblis kepadaku lagi
“eh niko ,gak lucu tau , balikin gk” udah teriak”an , tapi tetep aja kaga dikasih
“satu syarat ajah nanty gue balikin, lu harus jadi babu gua” ucap niko seenaknya
“apaa?OGAHHHHHHH cepetan balikin diarynya”
“okeh kalo gamao gua bkal sebar ne diary , atau gua fotocopy ne diary.a sampe beribu-ribu lembar biar sluruh kampus tau kalo lu tuh tergila-gila sama pemain basket kacangan itu “ hina niko buat aku kesal
“Enak ajah kacangan , dya itu pemain basket paling keren tau “ jawab aku kesal
“ya ya ya , jadi mao gak lu jadi babu gua ? kalo gak...” senyuman iblisnya itu bikin takut dan terpaksa aku jadi babu dya kalo gak seluruh anak kampus bisa” tau kalo aku tergila” sma bastian .
Saat aku cerita soal aku jadi babu niko sama sinta dan winda , jelas aja dya pada terkejut , bukan terkejut gara” kasian aku jadi babu , terkejut gara” dya ber dua malah pengen jadi babu niko asalkan bisa deket dengan niko , astaga .

Saat aku lagi jalan memasuki kampus ada yang menanggilku “hey babu tunggu , nih” sambil melemparkan tasnya dan tas teman”an itu .
“maksutnya aapan ni “ suara lantangku keluar
“ lupa lu sekarang jadi babu gua ? dah mending lu bawaiin tas kita semua kedlem dah sno” suruh niko seenaknya
Terpaksa aku bawaiin kekelasnya , gak berat sih tasnya , orang kayanya gak ada isinya . dia semua kayanya gak niat kuliah Cuma pengen izasah doang .
Setiap hari aku bener” udah kaya babunya dia , ngerjain tugasnya dia ,bawain barang”a semuanya aku yang ngerjain.

Pas aku lagi jalan kekoridor kampus ,anak” kampus pada merhatiin aku semua, aku ga tau kenapa ,ternyata diary aku sudah dibaca sama anak” kampus , dan bastian pun udah baca diary aku , semua anak kampus pada ngeledekin aku , aku malu, marah , aku tau ini pasti kerjaan niko , aku spontan lari nyari niko , pas ketemu ,aku nampar dia .
“keterlaluan kamu nik” sepontan aku nangis, niko hanya diam seperti ga tau apa” , aku langsung pergi kebelakng kampus , tiba” bastian nyamperin aku .
“kamu kenapa stell ‘‘ sambil tersenyum padaku
“kamu sudah tau ya” jawab ku sambil tersedu-sedu
“ya aku sudah tau , sebenernya aku juga suka sama kamu stel udah lama, “

Aku Cuma diem karna aku kaget , ternyata orang yang sudah lama aku suka dan diam”aku perhatikan ternyata juga sama seperti aku.
“oh ya sabtu ,malem minggu , jam 7 aku jemput kamu dirumah kamu yah , bye” dia Cuma senyum sambil ngusap”kepalaku kemudian pergih .
Rasanya sedih aku itu langsung hilang dan dan berganti kebahagiaan :D

Hari ini hari sabtu malem minggu , aku ada janji sama bastian , heheh seneng banget , jam 7 pas dia jemput aku , dya ngajakin aku nonton hihi pokonya aku seneng banget .
Dan malem itu juga bastian nembak aku , jelas aku langsung terima dong hehe aku gak mao jual mahal , karna aku udah lama suka sama dia .
Saat aku lagi nemenin bastian latihan basket sama temenya , niko and the geng.a itu dateng nantangin bastian maen basket .

Gila ajah suasana disitu jadi seerem pas dia dateng .
Disitu aku yakin bastian dan temen”a bisa ngalahin niko and geng.a yang berandalan itu .
Saat pertandingan basket dimulai , niko dan gengnya itu keren banget maen basketnya , yang bikin aku heran tuh saat niko slam dunk dya ngelirik aku terus senyuman iblisnya itu dia liatin sama aku ,dan itu pertma kalinya aku ngerasa deg”an sama dia . aku gak tau perasaan apa ini , mungkin hanya perasaan khawatir .
Finally , bastian kalah aku ga nyangka bastian bisa kalah sama geng.a niko itu .
Lalu bastian mengajak niko dan teman”a masuk ke tim basketnya bastian , ya ampun , apa coba yang bastian pikirin ampe niko dan teman”a mao diajak ke tim mereka .

Saat aku lagi duduk-duduk dikelas sinta dan winda dateng nyamperin aku , ternyata yang nyebarin diary aku itu bastian . disitu aku gapercaya kalo bastian ngelakuin ini sama aku .

Lalu aku nyamperin bastian lagi latihan basket disitu aku ga sengaja denger bastian ngomong sama temenya
“haha gila ya si stella , bego banget dia gak tau aja kalo diarynya gua yang nyebarin keanak-anak, gua gak sengaja ngambil diary itu ditas niko , gua kira itu diary dia ternyata pas gua baca punya si stella ,ternyata dia bener-bener cinta mati sama gua , isenga ajh tuh diary w sebarin ke anak-anak biar anak-anak kampus tau kalo ada cewe yang cinta mati sama gua , pas w tembak ajah dia langsung terima haha”
Disitu aku baru tau tenyata bastian gak sebaik apa yang aku pikirin disitu aku nyamperin bastian , minta putus , aku bilang ke dia kalo aku salah pernah suka sama dia . dan disitu aku gak bakal ganggu atau temuin dia lagi .

Dan dihari itu juga aku nyari niko , aku mao minta mapp sama dia aku udah nuduh dia nyebarin diary aku .
“niko , mappin aku , aku udah nuduh kamu”
“lalu, bukanya waktu itu lu nampar gua ?” jawab niko sinis
“oh gituh , yaudah kamu tampar balik aja aku nih” spontan aku deketin mukaku ke dia
“okeh “ jawab niko santai

Saat aku udah pasrah niko mao nampar aku ternyata niko bukan nampar aku malah nyium aku .
Disitu aku kaget , deg”an gk bisa buat apa”, cengo , diem kaya patung , muka niko dekat banget sama muka aku , kita saling tatap , lalu niko tiba” lembut banget sama aku dan berkata “semenjak pertama ngeliat kamu sebenrnya aku suka sama kamu , tapi aku tau kamu suka sama bastian , disitu aku pura” nyuruh kamu jadi babu aku saat aku nemuin diary kamu agar kamu terus ada disisi aku , aku sayang kamu stell”
Disitu niko langsung meluk aku dengan erat dan aku balas pelukanya juga karna aku merasa nyaman dipelukanya , mungkin karena aku juga suka sama iblis tampan ini .


Friday, 16 May 2014

Ya ALLAH Aku Mencintainya



Pagi lagi. Entah ini pagi keberapa aku melewatinya dengan terburu-buru. Seolah bumi berputar lebih cepat dan bulan juga turut berkonspirasi untuk mempercepat revolusi. Matahari sudah muncul di ufuk timur, belum sempurna memang, tapi cukup membuat kamarku yang berukuran 3×3 meter bermandikan cahaya matahari yang hangat. Kokok ayam jago yang selalu membangunkan orang untuk sholat malam masih saja setia berkumandang, tak peduli apakah kokoknya didengar orang atau malah diabaikan. Ah pengabdian memang.
Aku, Zahratun Nisa, gadis 18 tahun yang tengah mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada Yogyakarta jurusan teknik arsitektur semester 3. Anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahku seorang kontraktor di Semarang, dan ibuku seorang ibu rumah tangga yang juga membuka usaha toko cake and bakery di Semarang. Aku memang dilahirkan dalam keluarga yang cukup menyenangkan. Kakak pertamaku sekarang sedang menempuh pendidikan S2 di Jepang, kakak keduaku baru saja wisuda tahun kemarin, dan dua orang adikku masih menempuh pendidikan di SMP dan SMA. Aku bersyukur sekali dengan komposisi keluarga yang ramai, karena terkadang ada beberapa dari kita yang tidak bisa merasakan apa itu keluarga.
Pagi ini, seperti biasa. Aku selalu rempong dengan urusan kuliah dan organisasiku. Entah karena faktor golongan darahku yang menakdirkan penganutnya rempong atau memang keturunan dari ibu yang juga tak kalah rempong. Yang pasti pagi ini aku sudah berhasil membuat keributan dalam 1 wisma.
“Alin! Kerudung biru mudaku mana?!” teriakku kencang. Satu tanganku sibuk mencari baju di lemari, tanganku yang lainnya sedang terhubung dengan telpon dari rumah.
“Cari aja Ra di lemari! Lagi nyuci ni!” teriak Alin tidak kalah kencang, tapi bagiku suaranya yang lembut masih kalah jauh dengan suaraku yang garang.
Aku segera mengambil langkah seribu menuju kamar Alin. Ini salah satu kebiasaan di wisma yang kurang aku suka. Mereka enak sekali meminjam barang orang tanpa langsung dikembalikan, gerutuku dalam hati.
“ Ga ada lin! Buruan ah! Aku ada asistensi ni!” kembali teriakanku memenuhi lorong-lorong wisma. Mungkin kalau penghuni wisma berani, aku bakal kena timpuk saru rumah. Beruntungnya, aku cukup ditakuti di wisma karena sifat galakku.
“ Pokoknya cari aja di lemari tumpukan bawah Rara! Kamu ga liat aku lagi nyuci gini!” Alin balas berteriak kencang. Sepertinya dia sudah bekerja keras untuk mengeluarkan seluruh kemampuan suaranya untuk menandingi suaraku.
30 menit berkutat dengan keributan khas anak kos, akhirnya aku langsung menuju kampus yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari wisma.
Kampus UGM yang kata beberapa lembaga dinobatkan menjadi kampus terbaik kedua di Indonesia terlihat sangat ramai. Mahasiswa dari segala penjuru Indonesia, bahkan luar negeri datang dengan satu irama dan tujuan, mencapai cita-cita mereka. Rasanya menakjubkan sekali melihat pemandangan sederhana ini, kampus seolah-olah seperti matahari, dimana sekitarnya secara konsisten beredar mengelilinginya.
Gedung arsitek yang tua namun kuat menjulang gagah. Cat dindingnya masih bagus, tidak mengelupas layaknya kampus tua, gedung 3 lantai ini juga masih terlihat gagah walaupun sudah bertahun-tahun menelurkan arsitek handal di Indonesia, dan yang paling aku suka dari kampusku adalah tamannya yang asri dan sejuk. Mungkin ini spot ternyaman se-UGM, banyak pohon yang dilengkapi dengan batu menhir sebagai tempat nongkrong mahasiswa, ada juga taman kecil yang dipercantik dengan kolam ikan.
“ Ra!”
Aku menoleh kaget.
“ Hei ukhti…assalammu’alaikum..” aku sambut panggilan Nayla dengan salam. Kerudung ungunya terlihat berkibar terkena angin, bulan ini Jogja memang selalu berangin.
“ Wa’alaikumsalam. Ra…kabar buruk. Acara departemenmu terancam batal.” Nayla bercerita dengan nafas tersengal-sengal. Wajah putihnya terlihat berkeringat, mungkin akibat lari-lari pagi yang baru saja dia lakukan. Tangannya memegang lutut seperti posisi ruku’ ketika sholat, dia kelelahan.
“ Batal gimana?” tanyaku heran sekaligus kaget.
Belum sempat Nayla menjelaskan, tiba-tiba Galih menyela dengan gayanya yang juga tidak kalah heboh dengan Nayla. Rambutnya kali ini tidak klimis seperti biasanya, ah dia merubah tatanan rambutnya, lebih gaul, pikirku. Kacamata frame hitam kesukaannya selalu bertengger di wajahnya, dan dia masih seperti Galih yang kukenal, ceria seolah tidak ada beban.
“ Ra…udah tau belum? Acaramu terancam batal.” Galih memulai laporannya.
“ Tunggu deh..ini apaan ya…kalian berdua kompak gini bilang acaraku batal. Memang kenapa?” kali ini aku lebih heran lagi. dua makhluk yang tiba-tiba mengagetkan pagiku yang ‘damai’.
“ Di bulan yang sama ternyata dosen juga ada acara nasional ra…yaudah gini aja, sekarang kamu tenang dulu aja, nanti dibicarain lagi.” Galih mencoba menenangkan.
“Batal gimana si? Aku penasaran lih…crita dong!” aku memaksa.
Galih akhirnya menceritakan perihal acara departemenku yang terancam batal. Aku saat ini ada di organisasi himpunan mahasiswa jurusan arsitek sebagai ketua departemen pendidikan. Tahun ini kami mempunyai proyek seminar nasional di bulan Oktober, tapi ternyata yang seperti Galih katakan, acaraku terhalang acara dosen yang hampir sama dan di bulan yang sama.
Galih, laki-laki 18 tahun, ketua himpunan kami. Sejak aku satu organisasi dengannya, hubungan kami semakin akrab. Tapi hanya sebatas kerja saja. Galih, dia ikhwan yang sholeh, aku tahu kesolehannya dari kebiasaan dia ke masjid setiap Shubuh dan Isya. Kebetulan wisma kami berdekatan. Dan aku, aku akhwat, aku sudah dari SMA menjadi ADS (Aktivis Dakwah Sekolah) dan saat ini aku menjadi ADK (Aktivis Dakwah Kampus) di ranah eksekutif.
Nayla, dia sahabatku dari semester satu. Entah bagaimana alam berkonspirasi denganNya, aku selalu ditadirkan bersama dia terus, dari kelas, dosen wali, bahkan organisasi. Nayla posisinya adalah wakil ketua Galih, tentu saja, kedekatan mereka melebihi kedekatanku dengan Galih. Ah…tapi aku percaya. Aku, Galih, dan Nayla sama-sama sudah paham akan hubungan ikhwan dan akhwat. Jadi aku tak pernah mempermasalahkan kedekatan satu sama lain.
Sudah setengah tahun kami menjalani masa kepengurusan di himpunan. Sudah banyak sekali cerita yang kami dapat dari himpunan. Seperti cerita kami, antara aku dan Nayla, yang entah benar atau salah, aku menangkap Nayla menciptakan cerita cintanya di himpunan.
Awalnya rumit. Aku bahkan tidak tahu kapan persisnya aku merasakan cerita cinta itu dimulai. Namun yang kurasakan, aku selalu menangkap perasaan bahagia Nayla ketika menceritakan tentang dia. Pendapatnya yang selalu sama dengan pendapat dia, aku bahkan sampai berpikir jangan-jangan Nayla memang hanya mengekor pendapatnya, selalu setuju dan tidak bisa berkata tidak. Ah ini menyebalkan bagiku. Sangat menyebalkan. Bukan karena cerita cintanya, tapi karena dia seolah-olah tidak mempunyai pemikiran sendiri.
“Ra…gimana urusan seminarmu itu?” tanya Nayla tiba-tiba membuyarkan konsentrasiku mengerjakan maket. Nayla juga terlihat sibuk dengan maket proyek hotel yang dia rancang. Saat ini kami sedang duduk di pojok taman, bangku menhir, faforit kami berdua.
“ Hmm…ya gitu deh Nay…males aku critanya. Ribet.” Aku tetap fokus dengan maketku. Sesekali aku mengelem karton yang akan aku gunakan sebagai model di maket, dan sesekali aku melihat ke mata Nayla. Jujur, aku malas sekali bicara tentang perkembangan acara yang hampir batal itu. Rasanya ingin sekali memberikan ultimatum, ‘acara ini aku tutup aja gimana. Anggap aja kita ga pernah ada kepanitiaan acara ini.titik.’
“ Terus si Galih ngurusin ga? Dia kan pulang ke Bandung.” Nayla, masih dengan gigih mengorek informasi tentang acara itu. Ah Nayla…aku hafal sekali sifat dia yang kepo banget sama urusan orang.
“ Galih? Dia mah nanyain terus Nay…udah kaya minum obat tu anak, nelpon sehari mpe tiga kali.” Aku menjawab dengan cuek. Saat ini maketku lebih berharga ketimbang acara itu dan pertanyaan Nayla.
“ Galih nelpon kamu sesering itu?” Nayla sedikit terkejut sampai-sampai dia menghentikan pekerjaannya. Matanya menatapku serius, walaupun dia tutup dengan ‘snyuman’.
“ Iya…sampai aku ga tega sebenernya, pulsa dia suka abis kalo abis nelpon aku Nay. Udah tak bilangin sms aja, eh malah nelpon terus. Yaudah aku mah sebodo amat” lagi-lagi aku menjawab cuek. Peduli amat dengan Galih yang nelpon terus, tapi ekspresi Nayla yang tiba-tiba berubah, aku peduli itu.
Diam. Hening.
Kau tahu? Terkadang perasaan sesama wanita itu sangat mustahil keliru. Aku sungguh yakin, dari pembicaraan singkat kami, aku merasakan Nayla cemburu, tidak suka Galih menelponku. Padahal jelas-jelas dia nelpon hanya membicarakan tentang nasib seminar. Tidak lebih. Tapi aku tak mau berspekulasi banyak, untuk perasaan aku menyerah.
***
Saat ini, spekulasi yang tak pernah kumaksudkan atas perasaan Nayla kepada Galih aku sembunyikan rapat-rapat. Biarlah ini menjadi konsumsi hatiku sendiri. Semenjak pembicaraan singkat itu, entah hanya aku yang merasa terlalu berlebihan, atau itu memang benar adanya, Nayla seperti terus memantau interaksiku dengan Galih. Awalnya aku merasa biasa saja dengan perilakunya, tapi lambat laun aku mulai risih. Pantauan Nayla sungguh tajam, terkadang dia bahkan membuka inbox pesanku, mencari siapa tau Galih menghubungiku yang aneh-aneh. Aku tahu itu karena beberapa kali dia kepergok sedang membuka SMS di hapeku. Tapi aku tidak pernah memarahinya. Aku paham ko, mungkin dia sedang menarikku agar jangan seperti dia.
Nayla semakin menunjukan perasaannya ke Galih, di mataku. Mungkin hanya aku yang merasa. Dia terlihat bahagia ketika Galih mendekat dan mengobrol dengannya, dia sangat bingung ketika Galih marah dengannya, dan yang paling membuatku tahu, mata Nayla, mata Nayla adalah mata orang jatuh cinta, dalam diam.
Aku terus membiarkan perilaku Nayla.Aku bingung. Dia tidak pernah cerita tentang perasaannya. Aku percaya dia seorang yang paham akan hubungan cinta seperti itu, dan orang yang dia cintai juga paham. Aku percaya mereka akan bisa saling menjaga perasannya, dalam diam. Pikirku.
Kisah cinta diam Nayla terus bergulir. Dan rumitnya, pemainnya ternyata tidak hanya dia dan Galih. Tapi aku.
Aku pun tak tahu bagaimana awal kerumitan ini bermula. Yang kurasakan adalah aku suka dengan momen ini, tapi aku tidak nyaman dengan perasaan ini. Mungkin cerita ini muncul ketika Galih sangat menyukai caraku berbicara, kata dia aku humoris dan bisa membawa suasana pembicaraan menjadi menyenangkan. Mungkin saat aku merasakan “tangannya” yang terus menggenggamku erat ketika aku jatuh dan lemah di himpunan, aku akui, dia adalah pahlawanku. Mungkin perasaan itu muncul ketika kami sering sekali bertengkar dan tidak mau mengalah kepada ego masing-masing, tetapi anehnya secara otomatis kami baikan 3 hari kemudian, itu waktu tenggang bagi kami, tak ada perjanjian tertulis memang, tapi kurasa perjanjian batin. Mungkin aku mulai seperti Nayla, mencintainya.
Kami menyelesaikan masa kepengurusan kami di himpunan, dengan banyak cerita tentunya. Ada dua sisi perasaan ketika aku merasakan momen ini, aku merasa sedih karena akan kehilangan momen bersama anak-anak himpunan, dan aku bahagia karena aku akan lebih mudah menekan perasaan aneh ini, bahkan menyelesaikan kisah cinta ini segera, mungkin.
“ Makasih banyak ya Ra, keren kamu di sini. Semoga dakwah kita ga terhenti sampai di sini.” Kata Galih membuatku sedikit tersentuh. Rambutnya sekarang sudah paten berganti dengan rambut gaul, senyumnya mengembang tanda kebanggaan, dan aku bisa merasakan sorot mata bahagia itu ketika berbicara denganku. Kalau aku tidak lancang mengartikan tatapannya, aku rasa bunyinya, ‘makasih ya Ra, kamu udah mbantuin banyak di HM. Semoga kita tetap bersama kaya dulu’. Ah..lancang benar otakku.
“ Sama2 lih..afwan ya kalo banyak salah selama kita kerja bareng” aku membalas ucapannya dengan senyum yang paling manis. Ini spontan.
“ Hahha…iya sante aja. Ane juga minta maaf. Kayaknya kita dulu sering banget berantem ya Ra..” kali ini dia tertawa.
Dan aku tersenyum.
***
Lepas masa kepengurusan di himpunan, aku sempat berhenti dari organisasi internal kampus. Aku akhirnya bergabung dengan komunitas pecinta alam di Universitas. Keputusan masuk ke komunitas itu sungguh sulit, karena ayahku tidak mengizinkan untuk naik gunung, dan aku adalah seorang akhwat yang pasti akan terlihat sangat berbeda ketika masuk komunitas. Tapi tetap saja kucoba. Aku masuk dan akhirnya diterima!
Setelah aku masuk komunitas pecinta alam dan beberapa kali mengikuti ekspedisi gunung di Jawa, aku kira aku dapat menekan jauh-jauh perasaan aneh yang sempat mampir beberapa waktu di hatiku. Tapi aku salah. Ya…kisah cinta diam kami, aku dan Galih berlanjut. Komunikasiku dengan Galih bukannya semakin menurun, tapi justru semakin intens. Bahkan prinsip jam malamku sudah sukses dilanggar. Aku sendiri mempunyai prinsip untuk tidak SMS atau berkomunikasi dengan lawan jenis di atas jam 9 malam, tapi ternyata Galih menghancurkan prinsipku, dan bodohnya aku membantunya dalam penghancuran itu. Aku sendiri merasa aneh, kami sudah tidak ada forum yang mengharuskan kami bersama, kecuali dalam pergerakan dakwah. Aku dan dia masih sama-sama memegang prinsip dakwah.
Hari demi hari, bulan demi bulan, hubungan kami sudah sangat dekat. Sekarang bahkan aku sudah sangat terbiasa untuk bercerita segala hal dengannya, begitupun sebaliknya. Kami bahkan sudah sangat hafal dan memahami sifat masing-masing. Gaya bertengkar kami pun  sudah berbeda dari dulu semester awal ketika belum saling mengerti, sekarang kami lebih sering diam dan saling menasihati seperlunya apabila ada masalah diantara kami, ajaibnya, setelah itu kami baik kembali. Intensitas momen pergi bersama kami pun semakin sering, tidak berdua saja yang pasti, rame-rame tapi sangat sering. Entah datang ke acara himpunan bersama, backpacing (kami berdua mempunyai hobi yang sama), bahkan ke acara seminar pun bersama.
Kalau kau tanya apakah aku bahagia dengan semua momen itu? Aku tentu sangat bahagia. Tapi kalau kau tanya apakah aku merasa nyaman dengan perasaan bahagiaku? Tentu saja akan kujawab tidak!
Aku sadar ini sudah keterlaluan. Aku mengerti aku sudah tidak pantas disebut akhwat. Hubungan kami seperti orang pacaran yang tanpa status. Tapi aku tentu tidak bisa mengatakan perasaanku kepada Galih. Ternyata kepahaman itu tidak menjamin ketaatan.
Aku berusaha untuk melawan perasaan itu. Aku bangun benteng tak kasat mata dalam hatiku untuk menghalau serangan perhatian darinya. Aku mencoba untuk mengurangi interaksi dengannya. Aku terus berdoa agar dihilangkan perasaan tidak halal ini. Ya aku sudah melakukan itu semua. Dan aku gagal.
“Ya Robb…aku lelah dengan perasaan ini. aku lelah terus membangun benteng dalam hatiku, lalu hancur, kubangun lagi, kemudian hancur lagi, begitu seterusnya. Aku lelah menekan otakku agar tidak banyak memutar kenangan dengannya. Dia adalah ujian bagiku, dan aku ujian baginya. Kalau kau meridhoi kami, segerakan pernikahan kami agar tidak terlalu banyak mencicipi rasa yang belum halal ini, tapi kalau memang Kau tidak ridho, jauhkan perasaan ini Ya Robb…” aku berdoa pada sepertiga malam terakhir. Sudah 1 minggu terakhir ini aku selalu berdoa tentangnya. Tentang kelelahanku menahan rasa. Tentang ketarberdayaanku melawan hati. Semoga Dia mendengarkan rapalan doaku, harapku.
Pada akhirnya, kami memutuskan membungkam rapat-rapat perasaan ini. walaupun ketika aku bertemu Galih, aku merasa hati kami berinteraksi, dalam diam. Sorot mata kami sudah banyak bercerita tentang perasaan satu sama lain. Ternyata bahasa isyarat itu sederhana. Dia tidak perlu kata untuk berkata, dan tidak perlu aksara untuk bicara.
Konsep cinta dalam diam ini memberiku pemahaman baru bagiku, kalau kau mencintai seseorang yang belum halal untukmu, cukup serahkan hatimu kepadaNya dan biarlah Dia menyelesaikan kisah cintamu dengan tanganNya. rindumu harus kamu bungkam dengan doamu, cintamu harus kamu tahan dengan diammu.
Bagaimana dengan Nayla? Aku rasa dia masih sama seperti dulu. Bertahan dalam kebisuan ini. Sorot matanya ketika menatap Galih masih sama, bercerita banyak hal tentang pilunya mencintai dalam diam, senyumnya selalu terkembang sempurna ketika berjumpa dengannya, bahkan kekesalannya pun terselip perasaan bahagia. Ajaib memang orang yang jatuh cinta itu. Seperti kami, aku, Galih dan Nayla, yang dengan diam memutuskan membungkam perasaan kami dalam-dalam.