Blogger Widgets YESTERDAY

Search This Blog

Wednesday, 14 May 2014

di SEKOLAH



Kadang sekolah benar-benar menguras energi, pikiran, hati dan perasaan, apalagi bila kita bicara tentang tumpukan tugas, ulangan, ujian akhir, juga tentang terror masa depan yang begitu menakutkan. Buatku, kadang sekolah tak lebih buruk dari penjara; dengan seragam yang jauh dari modis (seandainya kami punya seragam sekeren milik Blair Waldorf di Gossip Girl), jutaan aturan, juga guru penuh tuntutan (Anggaplah yang menulis paragraf ini adalah seseorang yang begitu payah di sekolah, bukannya seseorang yang sekarang sudah dewasa dan begitu betah dengan sekolah hingga mengabdikan hidupnya sebagai guru :P) Sejujurnya sekolah tidak seburuk itu, kadang dramatisasi dan kelebaian memang diperlukan (hahahaha :D)

          Tapi sekolah akan terasaaaaaaaa seperti surga bila kita bicara tentang CINTA …
          Percayalah padaku, kadang cowok imut-imut dari kelas sebelah adalah alasan kita untuk ke sekolah, walaupun di jam pertama kamu harus berhadapan dengan Matematika…atau yeah…mungkin alasan kamu ikutan klub debat hanya gara-gara kamu naksir sama ketua klub-nya. Hey aku ingin bertanya, berapa banyak diantara kita yang mengalami cinta pertamanya di bangku sekolah? Kupikir sekarang aku cuma ingin menulis beberapa hal romantis ala cinta  anak sekolah.

1.       MOS


Waktunya buat cari inceran, lirik kakak kelas yang cute atau… cowok kece di bangku belakang kamu, pasti ada banyak hal-hal silly yang terjadi pada masa orientasi, kayak kakak pendamping yang hobinya hukum cewek paling cantik di kelas, atau kakak kelas yang jadi sok seleb gara-gara tanda tangannya diburu, atau kayak tugas bikin surat cinta di hari terakhir MOS buat para kakak kelas …hahaha katanya MOS buat akrabin para siswa, tapi ujung-ujungnya masa MOS jadi ajang buat PDKT, kan?

2.       Jadi Secret Admirer



Mungkin kamu naksir kapten basket yang cool atau Ketua OSIS yang cupu tapi imut-imut, atau mungkin anak Rohis tapi cintamu kehalang gara-gara si anak basket punya cewek anak Cheers yang jutek abis, si Ketua OSIS terlalu sibuk sama organisasinya, trussss si anak Rohis emang nggak boleh pacaran, nah lho! Kadang jadi dilema kan? Nah dalam kondisi kayak gini nih kadang jadi alasan untuk seseorang jadi secret admirer, tapi jadi secret admirer tuh penuh tantangan dan memacu kreativitas. Pengen ungkapin perasaan tapi takut ditolak, tapi bisa jadi emang ada keinginan untuk nunjukkin tapi tidak dengan terang-terangan jadi ngirim surat, bikin kejutan, masang senyum malu-malu pas papas an, pernah mengalami? Pasti tau rasanya!

3.      Naksir guru muda yang single




Kadang diantara sekian guru ada tuh salah satunya yang charming, tuh bisa jadi alasan kenapa kita jadi suka sama pelajaran yang kita benci, misalnya kayak guru bahasa Inggris yang keren, banyak tuh temen-temen sekolah yang alasan minta dikursusin sepulang sekolah, paling nggak enak kalo guru PPKn yang ditaksir, nyaris ga ada alasan untuk coba diPDKT-in.

3.     Ditaksir temen sekelas




Tiba-tiba ada pesawat kertas mendarat di mejamu yang berisi pesan “are you gonna be my girl?” atau mungkin ada anak cowok rese’ yang bertingkah nyebelin cuma untuk narik perhatian, atau anak yang keringet dingin setiap kali kamu senyumin dia, atau anak cowok yang tiba-tiba jadi punya keterampilan nyampulin buku, atau nulisin kamu catatan pas kamu sakit, atau ngajakin kamu pulang bareng, nah lho! Tuh anak kemungkinan besar naksir kamu, kadang seru juga pacaran dengan teman sekelas …bisa tambah semangat belajar dan bakal jadi tengsin berat kalo kamu sampe punya nilai ulangan nggak bagus, tapi bakal ribet pas putus dan udah jadi mantan.

5.      Nyatain Cinta di Pensi



Pas pensi banyak banget tuh yang jadian, kadang pensi jadi event paling ditungguin dan dianggap sebagai waktu yang tepat buat nyatain perasaan, bakalan romantis pas kamu nyatain perasaan band yang lagi manggung lagi nyanyiin lagu cinta, tapi bakal gak enak kalo ditengah-tengah pensi kamu nyatain cinta tapi ditolak mentah-mentah, buat yang nggak kuat mental, jangan coba lakuin ini, percayalah!

6.     Hari Kelulusan



Jaman baca komik Jepang, di Jepang ada tradisi minta kancing baju kedua anak cowok pas hari kelulusan, FYI The second button of a school uniform means a token of love in Japan… kenapa harus kancing nomor dua? Jawabannya karena letaknya dekat dengan hati …hmmmm nggak tau deh di Indonesia ada cewek yang nekat minta kancing baju anak cowok nggak yah??? Tapi yang jelas buatku itu salah satu tradisi ala anak sekolah Jepang yang cute and romantic.

7.     Prom Night




Tidak ada yang bisa mengalahkan romantisme di malam prom; beban sekolah udah tiada, saatnya berpestaaaaaaaa!!! Pertanyaannnya, buat apa para cewek pake dress cantik buat apa para cowok berubah jadi charming? Karena inilah saat yang paling istimewa di akhir masa sekolah! hey buat yang udah lama mendam hati nih saat paling bagus buat ending-in, diterima bakal dikenang sampai mati, ditolak? Toh nggak bakal ketemu lagi :P

        Merindukan kisah cinta masa sekolah….buat yang masih sekolah, jangan jadiin kisah cintamu nanggung, kayak ulangan yang cuma dapat nilai Delapan bukannya Sembilan , hehehehe :P


Bintang tak lagi bersembunyi



          Dira tersenyum kagum saat melihat Ares berhasil memasukan bola ke dalam ring. Dira begitu memperhatikan permainan basket Ares sampai dia tidak sadar bahwa Alin sudah berada di sampingnya.
“Asyik banget sih, sampe nggak sadar kalau ada gue.” kata Alin
“Hai, Lin, nggak kok ini permainan tim basket sekolah kita makin hebat ya.” sahut Dira
“Tim basketnya atau Aresnya yang hebat?” goda Alin
“Tim basketnya lah, Lin.”
“Sampai kapan sih lo mau nutupin perasaan lo ke Ares, udah 4 tahun lho, Dir.” Alin seolah mengingatkan Dira tentang rasa cintanya pada Ares.
“Entahlah Lin, mungkin nggak akan pernah gue ungkap. Biar gue simpan semua ini sendiri aja. Gue cuma pengen seperti bintang, yang selalu ada meskipun nggak selalu terlihat.”
“Dira… lo udah sering sakit hati karena dia, apa lo nggak ngebutuhin balasan?” Alin tampak heran.
“Rasa cinta gue ke dia besar banget, Lin, sampai gue nggak bisa bedain antara sakit hati dan cinta. Melihat dia bahagia aja gue udah ikut seneng kok. Untuk apa sih dia sama gue kalau dianya enggak bahagia.” jawab Dira tulus.
“Gue nggak ngerti sama jalan pikiran lo, Dir.” kata Alin akhirnya.
“Lo nggak harus ngerti Lin, lo cukup jaga rahasia ini aja. Udah deh nggak usah ngomongin ini.” pinta Dira.
Alin hanya mengangguk. “Gue akan bantuin lo semampu gue, Dir.” batin Alin.

Siang ini kelas Dira kosong, tanpa tugas. Dira memutuskan pergi ke perpustakaan seorang diri. Dira memang paling suka membaca buku. Sikap ini sangat bertentangan dengan sahabatnya, Alin. Jadi Dira selalu pergi ke perpustakaan tanpa sahabatnya itu.
Dira duduk tepat di sudut kiri perpustakaan setelah selesai mencari buku yang diinginkannya. Kebetulan perpustakaan sepi saat itu. Suasana perpustakaan seperti itu yang Dira suka. Dan Dira hanya menempati meja panjang itu seorang diri. Saat tengah asyik membaca buku, Dira merasa seperti ada orang yang berjalan ke arahnya. Dira lantas mendongak. Matanya beradu dengan mata seseorang. Sepersekian detik hanya seperti itu sampai akhirnya orang itu menyapa Dira lebih dulu.
“Hai Dir, sendirian aja ya, boleh gue duduk di sini?” tanya cowok berpostur tinggi bernama Ares menunjuk kursi yang ada di hadapan Dira.
“Eh, ehm.. iya nih, duduk aja Res.” jawab Dira tergagap.
“Tumben sendiri, biasanya kemana-mana sama Alin.” kata Ares seraya duduk di hadapan Dira.
“Alin kan anti banget sama perpustakaan, lo sendiri tumben ke perpus.”
“Males aja di kelas, jam kosong gini kalau nggak dimanfaatin kan sia-sia.”
“Iya sih, kelas lo jam kosong juga ya. Kenapa nggak maen basket aja?”
“Enggak deh, Dir, ntar si nenek lampir ngerecokin gue.”
“Nenek lampir? bukan Lala kan yang lo maksud?”
“Ya dia lah, Dir. Siapa lagi coba yang selalu ngekor gue kalau bukan dia.” kata Ares kesal.
“Lho, gue kira kalian pacaran. Selama ini kan kalian selalu barengan terus.” ujar Dira heran.
“Ogah gila’ pacaran sama orang kayak gitu, bukannya cinta tapi malah ilfeel, Dir. Lagian udah ada seseorang yang ngisi hati gue.” kata Ares serius.
“Oh gitu, lo pasti cinta banget ya sama dia sampai Lala yang secantik itu aja lo tolak.” suara Dira bergetar.
“Iya gue cinta banget sama dia, tapi sayang gue cuma bisa jadi bintang. Bintang yang selalu ada tapi nggak selalu nampak di matanya. Walaupun kebahagiaannya bukan sama gue, tapi gue ikut bahagia kok.” Ares berkata tulus.
Dira terdiam. “Kenapa ucapan Ares seperti ucapan gue ya?” Dira bertanya dalam hati.
“Dir, kok malah ngelamun sih. Lo nggak papa kan?” Ares menyadarkan Dira.
“Eh, enggak kok. Gue cuma ngebayangin gimana sakitnya lo setiap liat cewek itu jalan sama cowok lain.” dusta Dira.
“Gue cinta banget sama dia, Dir, sampai gue nggak bisa bedain sakit hati sama cinta.”
Dira merasakan matanya mulai memanas. Ucapan Ares begitu terasa di hatinya. Semua ucapan Ares seperti sebuah parang yang menggores hatinya. Ucapan Ares seperti sebuah sindiran yang ditujukan padanya.
“Ehm, Res, gue duluan ya.” pamit Dira sebelum air matanya tumpah di depan Ares.
Ares ingin menahan kepergian Dira, namun dia mengurungkan niatnya. Ares menyadari ucapannya telah melukai hati Dira.

Ares memang sengaja mengucapkan semua itu untuk menyadarkan Dira bahwa Dira harus menunjukkan perasaannya pada Ares. Ares telah mengetahuai semua rahasia yang disimpan rapat oleh Dira selama 4 tahun semenjak dia SMP hingga kini dia sudah akan lulus SMA.
Alin telah menceritakan semuanya pada Ares. Alin tidak tega melihat Dira terus tersiksa dengan perasaan cintanya. Meskipun Dira bilang dia tidak apa apa tapi Alin sudah beberapa kali memergoki Dira diam-diam menangis setelah melihat kemesraan Lala dengan Ares. Selama ini Alin membiarkan Dira menyimpan perasaannya dan berharap Dira akan menunjukkan perasaannya itu pada Ares sebelum mereka lulus. Namun sampai saat ini Dira tetap saja tidak menunjukkan rasa cintannya pada Ares. Akhirnya Alin nekad memberi tahu Ares tentang perasaan cinta yang dipendam Dira selama 4 tahun padanya. Dan kini Ares sudah mengetahuinya.
Semenjak bertemu dengan Ares di perpustakaan, sikap Dira menjadi pendiam. Dia selalu menghindar bila bertemu dengan Ares ataupun saat melihat Ares sedang bersama dengan Lala. Alin merasakan perubahan sahabatnya itu. Namun Alin membiarkannya.
Dira juga tidak mau melihat pertandingan final tim basket sekolahnya. Hanya karena Ares menjadi kapten basketnya. Dira ingin melupakan semua perasaannya pada Ares. Namun semua itu terasa sulit. Ada sesuatu yang masih mengganjal di hati Dira. Sesuatu yang membuat Dira tidak bisa melupakan perasaan cintanya begitu saja.

Malam ini adalah malam minggu. Seperti malam-malam minggu biasanya, Dira hanya diam di kamarnya. Kalau biasanya dia membaca buku, kali ini tidak. Dira masih memikirkan perasaannya pada Ares. Apakah dia memang harus melupakan semua cintanya? Sanggupkah Dira melakukannya? Semua itu membuatnya semakin galau. Tiba-tiba HP-nya bergetar. 1 New Message tertera pada layar touchscreennya.
from : Ares
Dir, tlg tmenin gw. Plis…

to : Ares
kmna?

from : Ares
Kafe, bwt ngerayain kmenangan tim basket kmrin. Gw udh d dpan rmh lo.

Dira menyibakkan gorden jendela kamarnya. Dan ternyata Ares sudah bertengger santai di atas motor sportnya. Hhh… Dira menghela nafas berat. Sebenarnya Dira ingin menolak tapi melihat Ares sudah berada di depan rumahnya, dia urung menolak. Tanpa membalas SMS dari Ares, Dira segera bersiap-siap.
Bukannya mengajak Dira ke kafe seperti yang ditulis pada SMSnya tadi, Ares malah mengajak Dira mengelilingi pusat kota. Di sebuah bukit yang dihiasi dengan banyak lampion Ares menghentikan laju motornya. Dari atas bukit itu mereka bisa melihat bintang dengan jelas. Untuk beberapa saat mereka terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Kok ke sini, katanya mau ke kafe?” tanya Dira memecah keheningan.
“Gue males ke sana, pasti ada Lala. Semakin hari semakin muak gue sama tingkahnya.” jawab Ares. Dira hanya mengangguk. Mereka kembali terdiam.
“Dir…” panggil Ares.
“Ya.” jawab Dira.
“Mau sampai kapan kayak gini?” tanya Ares tanpa menatap Dira.
“Maksud lo?” Dira balik bertanya, bingung dengan pertanyaan Ares.
Ares justru diam tanpa menjawab pertanyaan Dira. Melihat Ares tidak bereaksi, Dira pun ikut diam. Hening. Lagi-lagi hanya keheningan yang tercipta.

Ares kembali buka suara. “Mau sampai kapan lo jadi seperti bintang-bintang itu?” tanya Ares menunjuk taburan bintang di langit, “selalu ada walaupun nggak selalu nampak?”
“Gue nggak ngerti sama omongan lo, Res.” Dira pura-pura.
“Lo ngerti kok, kenapa sih lo lebih seneng nyakitin hati lo sendiri dari pada nunjukin perasaan lo ke gue kayak cewek-cewek lain, kayak Lala misalnya. Kenapa Dir?” Ares menatap Dira.
“Lo udah tahu ya, pasti Alin kan? Hh…” Dira menghela nafas, “gue punya cara sendiri buat mencintai lo. Lo suka bintang dan gue pengen jadi seperti bintang. Selalu ada meskipun lo nggak selalu liat gue. Yang penting gue bisa selalu liat lo. Buat gue semua itu udah cukup bikin gue seneng, Res.” jelas Dira berkaca-kaca.
“Lo tahu nggak Dir, gue ngerasa bersalah dan nyesel banget saat Alin cerita semua tentang lo. Selama ini gue deket sama beberapa cewek dan seneng-seneng sama mereka. Tapi tanpa gue sadar, gue udah bikin hati salah satu cewek yang selalu baik sama gue remuk. Hancur berantakan.” kata Ares penuh penyesalan.
“Lo nggak boleh ngerasa kayak gitu, Res. Lo nggak salah sama sekali. Semua ini kemauan gue sendiri. Dan sekarang kan lo udah tahu, gue udah seneng kok. Mulai saat ini lo nggak perlu mikirin perasaan gue lagi karena mulai malam ini juga gue akan lupain perasaan gue ke lo selama ini.” Dira mengucapkannya dengan air mata yang membasahi pipinya.
“Kok lo seenaknya gitu sih, Dir. Lo pikir gue akan biarin cewek yang udah gue sakitin dan gue cintai selama ini pergi gitu aja? Dan lo pikir cuma lo doang yang jadi seperti bintang-bintang itu? Gue juga Dir, gue cowok pengecut yang nggak berani ungkapin cinta sama lo selama 4 tahun!” kata Ares keras.
“Ares, ja.. jadi selama ini lo…”
“Iya, gue juga cinta sama lo selama 4 tahun ini. Gue kira dengen deket sama beberapa cewek bisa buat gue lupain perasaan gue ke lo. Tapi nyatanya gue nggak bisa, gue semakin tersiksa dengan perasaan yang gue pendam. Dan saat gue mau ungkapin semua ke lo, gue lihat lo lagi deket sama Ryan. Akhirnya gue nggak pernah ungkap perasaan gue ke siapapun sampai Alin cerita perasaan lo ke gue.” potong Ares.
“Gue emang sempet deket sama Ryan tapi perasaan gue ke lo terlalu kuat, nggak ada yang bisa memudarkan cinta gue sama lo.” Dira menyeka air matanya.
“Gue tahu… sorry ya udah bikin hati lo terluka.”
“Gue juga, sorry udah bikin lo kesiksa.”
“Dir, sekarang di bawah cahaya bulan dan di bawah tatapan bintang-bintang di langit malam ini, aku pengen kamu jadi bintang di hatiku. Bintang yang akan selalu bersinar dan terus nampak di hatiku kapanpun. Nggak peduli siang atau malam, nggak peduli panas atau dingin. Berapapun jumlah bintang yang ada di langit, seterang apapun mereka, aku nggak peduli. Cuma kamu satu-satunya bintang yang paling terang buat aku. Kamu mau kan jadi bintangku selamanya?” Ares menggenggam tangan Dira erat.
Dira kembali meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan. Serasa mimpinya menjadi kenyataan.
“Kamu serius kan, Res, bukan karrna kasihan sama aku?” tanya Dira memastikan.
“Bukan cuma serius bahkan seratusrius, Dir. Percaya sama aku. Aku akan bahagiain kamu. Kata-kataku tadi bukan gombal atau sebatas rayuan.” jawab Ares mantap.
“Gimana, Dir?” tanya Ares tak sabar.
“Aku rasa, aku udah nggak bisa lagi nahan perasaanku ke kamu.” jawab Dira.
“Maksud kamu, Dir?”
“Ya, aku mau jadi bintang di hati kamu selamanya.”
“Makasih, Dir.” Refleks Ares memeluk Dira, “Aku janji bakal jagain kamu, nggak akan aku biarin kamu berhenti bersinar.”
Ares melepaskan pelukannya. Dia menatap Dira dalam. Keduanya lalu tersenyum.
“Sekarang jadi aku – kamu ya?” kata Dira menyandarkan kepalanya di bahu Ares.
“Nggak papa biar kedengaran romantis.” ujar Ares seraya membelai rambut Dira.

Malam itu Ares dan Dira menghabiskan malam minggu berdua di bukit yang mereka namakan bukit bintang sambil mengamati indahnya hamparan bintang yang bersanding dengan bulan di langit. Tanpa mempedulikan teman-teman Ares yang tengah menunggu sang kapten untuk merayakan kemenanngan tim basketnya.
Bintang itu kini tidak lagi bersembunyi, bintang itu kini akan selalu ada dan selalu nampak. Di hati Ares dan Dira tentunya.

Friday, 11 April 2014

Kasih Sayang

Banyak dari kita yang bisa mendefinisikan tentang SAYANG ,

MEMANG """""""

Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.


Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laiki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.

Friday, 15 November 2013

KITA



KITA
AKU DISINI MUNGKAN BUKAN UNTUK JADI SATU SATUNYA ORANG YANG MENYAYANGI MU .
AKU DISINI MUNGKIN JUGA BUKAN UNTUK MENJADI SATU SATUNYA ORANG YANG MENEMANI MU.
Tapi aku disini hanya ingin melihat wajah manis mu ,menderngarkan suara lembutmu , dan merasakan balasan cintayang tlah aku berikan selama ini .
Hanya saja aku ragu , aku bimbang.
Haruskah rasa ini terus bertahan sedangkan dirimu disana tak pernah peduli itu .
Namun aku tak harus kecewa  , karena selama ini  , kita tak pernah bicara tentang rasa , tentang hati , dimana terslipsebuah rasa indah .
Karena selama ini tak pernah berdebat tentang hasrat dan kemesraan .
Dimana tersembunyi bahagia dan keabadian .
Yang hanya adalah kebencian dan keengganan , diantara aku , dan kamu, KITA !!
Aku teah menjad sesuatu yang bukan diriku demi dirimu .
Tapi apakah mungkin, setelah aku berbenh diri ,
Kau da aku
Akan bias disapa KITA ???


                                  IWAN

Sunday, 22 September 2013

Bagian-bagian utama mesin bubut konvensional

Bagian-bagian utama mesin bubut konvensional

Bagian-bagian utama pada mesin bubut konvesional pada
umumnya sama walaupun merk atau buatan pabrik yang berbeda,
hanya saja terkadang posisi handel/tuas, tombol, tabel penunjukan
pembubutan dan rangkaian penyusunan roda gigi untuk berbagai jenis
pembubutan letak/posisinya berbeda. Demikian juga cara
pengoperasianya karena memilki fasilitas yang sama juga tidak jauh
berbeda.
Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian utama mesin bubut
konvesional (biasa) yang pada umumnya dimilki oleh mesin tersebut.


1.4.1 Sumbu Utama (Main Spindle)
Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle (Gambar 19 a
dan 19 b) merupakan suatu sumbu utama mesin bubut yang berfungsi
sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, senter tetap
dan lain-lain. Terlihat pada (Gambar 19 a) adalah sebuah sumbu
utama mesin bubut yang terpasang sebuah chuck atau cekam
diamana didalamnya terdapat susunan roda gigi yang dapat digesergeser
melalui handel/tuas untuk mengatur putaran mesin sesuai
kebutuhan pembubutan.
Terlihat pada (Gambar 19 b) adalah jenis lain sumbu utama
mesin bubut yang ujungnya sedang terpasang sebuah senter tetap
(G), yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja pada saat
pembubutan dintara dua senter. Di dalam kepala tetap ini terdapat
serangkaian susunan roda gigi dan roda pulley bertingkat ataupun
roda tunggal dihubungkan dengan sabuk V atau sabuk rata. Dengan
demikian kita dapat memperoleh putaran yang berbeda-beda apabila
hubungan diantara roda tersebut diubah-ubah menggunakan
handel/tuas pengatur kecepatan (A), (C) dan (F). Roda (Pully V)
bertingkat ini biasanya terdiri dari 3 atau 4 buah keping dengan sumbu
yang berbeda dan diputar oleh sebuah motor listrik.
Putaran yang dihasilkan ada dua macam yaitu putaran cepat
dan putaran lambat. Putaran cepat biasanya dilakukan pada kerja
tunggal untuk membubut benda dengan sayatan tipis sedangkan
putaran lambat untuk kerja ganda yaitu untuk membubut dengan
tenaga besar dan pemakananya tebal (pengasaran). Arah putaran
mesin dapat dibalik menggunakan tuas pembalik putaran (C), hal ini
diperlukan dengan maksud misalnya untuk membubut ulir atau untuk
membubut dengan arah berlawanan sesuai dengan sudut mata potong
pahat.


eja Mesin (bed)
Meja mesin bubut ( Gambar 20) berfungsi sebagai tempat
dudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan
merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan. Bentuk
alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu
atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Permukaannya
halus dan rata sehingga gerakan kepala lepas dan lain-lain di atasnya
lancar. Bila alas ini kotor atau rusak akan mengakibatkan jalannya
eretan tidak lancar sehingga akan diperoleh hasil pembubutan yang
tidak baik atau kurang presisi.





Eretan (carriage)
Eretan (Gambar 21) terdiri atas eretan memanjang (longitudinal
carriage) yang bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang
(cross carriage) yang bergerak melintang alas mesin dan eretan atas
(top carriage), yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan d atas
eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikan
pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator
yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda
pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua eretan dapat dijalankan
secara otomatis ataupun manual.





Kepala Lepas (tail stock)
Kepala lepas sebagaimana (Gambar 22) digunakan untuk
dudukan senter putar sebagai pendukung benda kerja pada saat
pembubutan, dudukan bor tangkai tirus dan cekam bor sebagai
menjepit bor. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin,
porosnya berlubang tirus sehingga memudahkan tangkai bor untuk
dijepit. Tinggi kepala lepas sama dengan tinggi senter tetap. Kepala
lepas ini terdiri dari terdapat dua bagian yaitu alas dan badan, yang
diikat dengan 2 baut pengikat (A) yang terpasang pada kedua sisi alas
kepala lepas sekaligus berfungsi untuk pengatur pergeseran badan
kepala lepas untuk keperluan agar dudukan senter putar sepusat
dengan senter tetap atau sumbu mesin, atau tidak sepusat yaitu pada
waktu membubut tirus diantara dua senter.
Selain roda pemutar (B), kepala lepas juga terdapat dua lagi
lengan pengikat yang satu (C) dihubungkan dengan alas yang
dipasang mur, dimana fungsinya untuk mengikat kepala lepas
terhadap alas mesin agar tidak terjadi pergerakan kepala lepas dari
kedudukannya. Sedangkan yang satunya (D) dipasang pada sisi
tabung luncur/rumah senter putar, bila dikencangkan berfungsi agar
tidak terjadi pergerakan longitudinal sewaktu membubut.



Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa
Tuas pengatur kecepatan (A) pada gambar 23, digunakan untuk
mengatur kecepatan poros transporter dan sumbu pembawa. Ada dua
pilihan kecepatan yaitu kecepatan tinggi dan kecepatan rendah.
Kecepatan tinggi digunakan untuk pengerjaan benda-benda
berdiameter kecil dan pengerjaan penyelesaian sedangkan kecepatan
rendah digunakan untuk pengerjaan pengasaran, ulir, alur, mengkartel
dan pemotongan (cut off).



besarnya kecepatan setiap mesin berbeda-beda dan dapat dilihat
pada plat tabel yang tertera pada mesin tersebut.

Pelat tabel
Pelat tabel (B) pada gambar 24, adalah tabel besarnya
kecepatan yang ditempel pada mesin bubut yang menyatakan besaran
perubahan antara hubungan roda-roda gigi di dalam kotak roda gigi
ataupun terhadap roda pulley di dalam kepala tetap (head stock).
Tabel ini sangat berguna untuk pedoman dalam pengerjaan sehingga
dapat dipilih kecepatan yang sesuai dengan besar kecilnya diameter
benda kerja atau menurut jenis pahat dan bahan yang dikerjakan

Tuas pengubah pembalik transporter dan sumbu pembawa
Tuas pembalik putaran (C) pada gambar 24, digunakan untuk
membalikkan arah putaran sumbu utama, hal ini diperlukan bilamana
hendak melakukan pengerjaan penguliran, pengkartelan, ataupun
membubut permukaan





Plat Tabel Kecepatan Sumbu Utama
Plat tabel kecepatan sumbu utama (E) pada Gambar 25,
menunjukkan angka-angka besaran kecepatan sumbu utama yang
dapat dipilih sesuai dengan pekerjaan pembubutan.




Tuas-Tuas Pengatur Kecepatan Sumbu Utama
Tuas pengatur kecepatan sumbu utama (Gambar 26) berfungsi
untuk mengatur kecepatan putaran mesin sesuai hasil dari
perhitungan atau pembacaan dari tabel putaran.



Penjepit Pahat (Tools Post)
Penjepit pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat,
yang bentuknya ada beberapa macam diantaranya seperti ditunjukkan
pada gambar 27. Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4
(empat) buah sekaligus sehingga dalam suatu pengerjaan bila
memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat dipasang dan disetel
sekaligus.



Eretan Atas
Eretan atas sebagaimana gambar 28, berfungsi sebagai
dudukan penjepit pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur
besaran majunya pahat pada proses pembubutan ulir, alur, tirus,
champer (pingul) dan lain-lain yang ketelitiannya bisa mencapai 0,01
mm.




Eretan ini tidak dapat dijalankan secara otomatis, melainkan
hanya dengan cara manual. Kedudukannya dapat diatur dengan
memutarnya sampai posisi 360°, biasanya digunakan untuk
membubut tirus dan pembubutan ulir dengan pemakanan
menggunakan eretan atas.

 



Keran pendingin

Keran pendingin digunakan untuk menyalurkan pendingin (collant) kepada benda kerja yang sedang dibubut dengan tujuan untuk mendinginkan pahat pada waktu penyayatan sehingga dapat menjaga pahat tetap tajam dan panjang umurnya. Hasil bubutannyapun halus.


Roda Pemutar
Roda pemutar yang terdapat pada kepala lepas digunakan untuk
menggerakkan poros kepala lepas maju ataupun mundur. Berapa
panjang yang ditempuh ketika maju atau mundur dapat diukur dengan
membaca cincin berskala (dial) yang ada pada roda pemutar tersebut.
Pergerakkan ini diperlukan ketika hendak melakukan pengeboran
untuk mengetahui atau mengukur seberapa dalam mata bor harus
dimasukkan.

Transporter dan Sumbu pembawa
Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi
empat atau trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan
untuk membawa eretan pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu
membubut ulir, alur dan atau pekerjaan pembubutan lainnya.
Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa adalah poros
yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya
eretan.





Tuas Penghubung
Tuas penghubung sebagaimana digunakan untuk
menghubungkan roda gigi yang terdapat pada eretan dengan poros
transpoter sehingga eretan akan dapat berjalan secara otomatis
sepanjang alas mesin. Tuas penghubung ini mempunyai dua
kedudukan. Kedudukan di atas berarti membalik arah gerak putaran
(arah putaran berlawanan jarum jam) dan posisi ke bawah berarti
gerak putaran searah jarum jam.

Eretan Lintang
Eretan lintang sebagaimana ditunjukkan pada berfungsi
untuk menggerakkan pahat melintang alas mesin atau arah ke depan
atau ke belakang posisi operator yaitu dalam pemakanan benda kerja.
Pada roda eretan ini juga terdapat dial pengukur untuk mengetahui
berapa panjang langkah gerakan maju atau mundurnya pahat.